Hal-Hal yang Harus Anda Hindari Dalam Investasi Syariah
Investasi nvestasi syariah

Hal-Hal yang Harus Anda Hindari Dalam Investasi Syariah

Dewasa ini, memiliki kemampuan dalam mengelola keuangan merupakan suatu hal yang harus dimiliki setiap orang. Bahkan, seharusnya setiap orang tua sudah mulai mengajari anaknya menabung sejak dini. Agar kelak ketika dewasa menjadi orang yang mampu mengatur keuangan dan tidak kesusahan. Karena, jika sudah dari kecil diajari dan terbiasa untuk menabung, ketika sudah besar tidak berkeberatan untuk menyisihkan sebagian uangnya untuk ditabung.

Salah satu jenis menabung yaitu dengan berinvestasi. Anda bisa berinvestasi dengan membeli properti, emas, atau reksadana. Investasi dibagi menjadi dua, yang pertama Investasi Konvesional dan Investasi Syariah yang tidak ada riba dan tentu saja sesuai dengan syariat Islam. Namun ada hal-hal yang harus Anda hindari dalam Investasi Syariah. Simak ulasan di bawah ini:

• Investasi Syariah bodong

Investasi yang bodong menawarkan imbal hasil yang tinggi dan tak ada risiko. Padahal sejatinya tidak ada investasi mana pun yang bebas risiko dan dengan imbal hasil yang sangat tinggi.

• Masyir

Masyir atau spekulasi tidak berlaku untuk Investasi Syariah. Investasi Syariah mempunyai aturan biaya yang jelas dan tidak ada spekulasi.

Macam-macam Investasi Syariah

Setelah Anda mengetahui bagaimana cara investasi syariah secara aman, maka Anda bisa langsung mengajukan investasi syariah. Namun, jika Anda masih bingung produk investasi apa saja yang menganut sistem syariah, berikut beberapa contoh produk investasi syariah.

• Deposito syariah

Deposito syariah sangat berbeda dengan deposito pada umumnya. Deposito syariah menggunakan sistem bagi hasil yang disetujui antara dua belah pihak. Sedangkan pada deposito konvensional, keuntungan diberikan dalam bentuk bunga.  Deposito syariah tidak mengenal sistem bunga (riba). Deposito syariah menerapkan sistem bagi hasil.

• Pasar modal syariah

Pasar modal syariah terdiri dari berbagai instrumen yakni sukuk ritel negara, saham syariah, hingga reksa dana syariah dan obligasi syariah. Semua instrumen tersebut menganut sistem syariah pada umumnya, yakni berdasarkan perjanjian bagi hasil.

Untuk reksa dana syariah, uang yang sudah dinvestasikan tidak akan lari ke tempat-tempat bisnis yang dijalankan secara haram.

Pastikan Anda mendapat informasi yang lebih detail hanya di https://www.cekaja.com/info/ingin-investasi-syariah-secara-aman/.

Pinjaman Online
Dengan senang hati kami akan berikan informasi mengenai pinjaman online, uang, kta, kredit dengan layanan terpercaya.
http://calveterans.org/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *