Tak Berkategori

Cara Tepat Menghitung Pajak Progresif Kendaraan Bermotor dan Mobil

Kewajiban bayar pajak harus dilakukan secara tepat waktu dengan jumlah sesuai aturan pajak. Jika ternyata Anda belum tahu tentang cara tepat menghitung pajak progresif kendaraan bermotor dan mobil, yuk simak artikel disini.

Pajak Progresif – Apakah kini Anda sudah mempunyai kendaraan pribadi? Apabila Anda sudah mempunyai kendaraan pribadi, tentu Anda tahu bahwa seseorang yang sudah mempunyai kendaraan bermotor atau mobil pribadi wajib untuk melakukan pembayaran pajak setiap tahunnya. Pajak tersebut disebut dengan PKB atau (Pajak Kendaraan Bermotor). Besarnya jumlah pajak kendaraan Anda ditentukan oleh beragam faktor. Apabila Anda ingin tahu besarnya jumlah pajak kendaraan bermotor atau mobil Anda, cukup Anda lihat pada bagian nilai pajak kendaraan yang telah tertera langsung pada STNK kendaraan Anda. Sering banyak orang yang ingin memiliki lebih dari 1 kendaraan, dengan alasan belum terasa cukup untuk memenuhi semua keperluan keluarga.

Dengan alasan tersebut, membeli kendaraan bermotor lagi merupakan solusi yang paling tepat untuk bisa memenuhi semua kebutuhan keluarga dalam hal transportasi. Begitu sudah mempunyai modal untuk uang muka dan memprediksi besarnya pajak yang ternilai kurang lebih hampir sama dengan pajak kendaraan sebelumnya maka Anda pasti ingin segera membeli kendaraan bermotor yang baru. Namun perlu Anda ketahui, sebelum Anda menambah atau membeli kendaraan bermotor yang baru, pertimbangkanlah terlebih dahulu pajak kendaraan progresif. Anda tahu pajak kendaraan progresif? Pajak kendaraan progresif merupakan pajak yang telah dikenakan pada seseorang yang mempunyai kendaraan bermotor atau mobil lebih dari satu unit. Semakin banyak jumlah kendaraan yang Anda miliki maka semakin besar juga pajak kendaraan yang harus Anda bayarkan.

Sistem tersebut serupa atau mirip dengan PPh (Pajak Penghasilan) yang sifatnya progresif. Jika penghasilan Anda semakin besar maka dipastikan semakin besar juga pajak penghasilan yang harus Anda bayarkan. Syarat umum dikenakan pajak kendaraan progresif ialah jika seseorang mempunyai kendaraan lebih dari 1 (satu) unit dengan nama pemilik dan alamat pemilik yang sama. Misalnya, Ibu Eli mempunyai 4 mobil dengan tipe dan merek yang sama. STNK ke-4 mobil tersebut didaftarkan dengan nama dan juga alamat Ibu Eli. Dengan demikian, Ibu Eli wajib harus bayar pajak kendaraan progresif untuk ke-4 mobilnya tersebut sesuai dengan persyaratan pajak kendaraan progresif. Meskipun tipe, merek dan harga ke-4 mobil tersebut ternilai sama, tetapi besarnya jumlah pajak kendaraan yang akan dibayarkan Ibu Eli tidak sama untuk setiap mobilnya.

Dalam keadaan jual beli kendaraan bekas, seringkali para penjual lupa untuk melakukan pengurusan balik nama kepada pembelinya. Perlu diketahui, jika tidak segera dilakukan proses balik nama maka dipastikan pajak kendaraan progresif tetap menjadi tanggungan pemilik kendaraan pertama. Ingat, syarat seseorang terkena pajak kendaraan progresif ialah jika seseorang mempunyai kendaraan bermotor atau mobil lebih dari satu unit dengan nama pemilik dan alamat pemilik yang juga sama. Meskipun mobil atau motor tersebut sudah Anda jual tetapi nama pemilik dan alamatnya masih tetap saja sama maka akan Anda akan terkena pajak kendaraan progresif. Namun ternyata pajak kendaraan progresif tak berlaku untuk kendaraan angkutan-angkutan umum dan dinas pemerintahan.

Bagaimana cara melakukan perhitungan pajak progresif? Berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 2009 tentang Retribusi Daerah dan Pajak Daerah serta penilaian PKB didasarkan atas perkalian dua faktor yakni NJKB (Nilai Jual Kendaraan Bermotor) dan bobot untuk mencerminkan besarnya kerusakan jalan secara relatif atau pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh pengguna kendaraan bermotor. Besarnya nilai PKB tersebut secara langsung telah tertulis di STNK kendaraan Anda. Hanya saja dua kendaraan pribadi harga dan tipe yang sama dapat memiliki PKB berbeda jika ternyata kendaraan tersebut hanya dimiliki oleh satu orang karena akan terkena pajak kendaraan progresif. Anda bisa menghitung besarnya pajak kendaraan progresif dengan cara mengalikan NJKB dengan jumlah presentase pajak kendaraan progresif yang telah ditentukan di pemerintah daerah masing-masing.

NJKB tersebut berbeda dengan banderol harga kendaraan saat Anda membelinya di dealer. NKJB tersebut juga ditentukan atas dasar nilai rata-rata besarnya penjualan kendaraan yang secara langsung didapatkan dari APM (Agen Pemegang Merek). Masing-masing daerah bisa menentukan aturan pajak kendaraan progresif sesuai ketentuan yang berlaku. Namun dalam UU No. 28 Tahun 2009 pada Pasal 6 ayat (1) dinyatakan bahwa besarnya pajak kendaraan yang pertama di setiap daerah yakni minimal sebesar 1 persen dan paling maksimal 2 persen. Sedangkan besarnya pajak kendaraan progresif untuk pajak kendaraan yang ke-2 dan seterusnya paling rendah sebesar 2 persen dan paling maksimal 10 persen.

Lantas berapa bersihnya pajak kendaraan progresif untuk pemilik kendaraan ke-2 dan juga seterusnya? Tentunya, hal ini telah ditentukan pada peraturan masing-masing daerah. Untuk memahami perhitungan pajak kendaraan progresif, mari kita lakukan perhitungan pajak kendaraan progresif yang wajib dibayarkan oleh Ibu Eli yang telah memiliki kendaraan sebanyak 4 unit mobil tadi. Berdasarkan data yang telah ditentukan oleh Dispenda, untuk NJKB dari mobil yang telah dimiliki oleh Ibu Eli ialah sebesar Rp 155.000.000,-. Yang dipertanyakan, berapa besarnya PKB untuk setiap jenis mobil sesuai peraturan yang telah ditentukan oleh Dispenda DKI Jakarta? Yuk simak perhitungannya:

  • Mobil Pertama

PKB (1) = 2% x Rp 155.000.000 = Rp 3.100.000

  • Mobil Kedua
    PKB (2) = 2,5% x Rp 155.000.000 = Rp 3.875.000
  • Mobil Ketiga

PKB (3) = 3% x Rp 155.000.000 = Rp 4.650.000

  • Mobil Keempat
    PKB (4) = 3,5% x Rp 155.000.000 = Rp 5.425.000

Jika ternyata Ibu Eli berpikiran untuk membeli lagi mobil baru yang kelima kalinya dengan jumlah NJKB yang ternilai sama maka jumlah PKB ke-5 mobil tersebut nantinya sebesar: PKB (5) = 4% x Rp 155.000.000 = Rp 6.200.000. Begitu seterusnya, sampai nilai maksimal untuk pajak kendaraan progresif mencapai tingkat 10%.

Nah, sudah berapakah jumlah mobil yang kini Anda miliki? Anda dengan mudah bisa memperhitungkan total pajak pembelian kendaraan Anda sebelum membeli sebuah kendaraan baru dengan cara simple diatas. Jadi, perlu diingat bahwa semakin banyak kendaraan yang telah Anda miliki maka semakin mahal pula jumlah pajak kendaraan progresif yang akan Anda bayarkan. Pajak setiap kendaraan motor dan mobil itu bersifat progresif. Hal ini dilakukan agar setiap masyarakat Indonesia memiliki kendaraan sewajarnya saja untuk mengurangi terjadinya tingkat kemacetan, khususnya daerah DKI Jakarta ataupun kota-kota besar lainnya. Jika Anda melakukan pertimbangan yang signifikan untuk membeli sebuah kendaraan yang baru, cobalah untuk memperhitungkan besarnya jumlah pajak progresif kendaraan yang akan dibayarkan nantinya.

Jika ternyata kendaraan tersebut tidak terlalu dibutuhkan, alangkah baiknya Anda hindari untuk melakukan pembelian mobil atau motor baru supaya Anda tak terkena pajak kendaraan progresif yang tinggi. Jadi, pertimbangkan lagi untuk menambah pembelian kendaraan baru. Semoga bermanfaat!

Pinjaman Online
Dengan senang hati kami akan berikan informasi mengenai pinjaman online, uang, kta, kredit dengan layanan terpercaya.
http://calveterans.org/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *